Hitung tegangan, arus, hambatan, dan daya menggunakan Hukum Ohm. Kalkulator teknik elektro gratis.
Apa itu Kalkulator Hukum Ohm?
Kalkulator Hukum Ohm menghitung tegangan, arus, hambatan, dan daya.
Rumus
V = I × R | P = V × I
Cara Menghitung
Masukkan dua nilai yang diketahui
Kalkulator menghitung sisanya
Periksa hasil
Lihat disipasi daya sebagai perhitungan bonus.
Gunakan hasilnya untuk desain sirkuit atau pemecahan masalah.
Contoh
12V, 4Ω: Arus = 3A, Daya = 36W
Manfaat Utama
Hitung tegangan, arus, hambatan, daya secara instan
Cari nilai listrik yang tidak diketahui dari dua yang diketahui
Verifikasi desain sirkuit untuk kepatuhan keselamatan
Beberapa rumus daya untuk analisis lengkap
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Kebingungan AC/DC, Hukum Ohm langsung untuk DC bukan AC
Lupa konversi satuan, miliamper ke amper
Rumus daya salah, watt tidak benar
Tips Profesional
Segitiga Hukum Ohm: V di atas I kali R
Periksa daya terhadap watt komponen yang dinilai
Arus seri konstan, tegangan terbagi
Istilah Kunci Dijelaskan
Tegangan V
Potensial listrik volt
Arus I
Aliran muatan ampere
Hambatan R
Perlawanan ohm
Daya P
Laju transfer energi watt
Kapan Menggunakan Kalkulator Ini
Saat membutuhkan perhitungan Kalkulator Hukum Ohm yang cepat dan akurat
Untuk membandingkan berbagai skenario Kalkulator Hukum Ohm
Untuk memverifikasi hasil sebelum mengambil keputusan
Kasus Penggunaan Umum
Desain sirkuit
Elektronik
Teknik elektro
Pendidikan
Pertanyaan Umum
Apa itu Hukum Ohm?
Hukum Ohm menyatakan bahwa arus yang mengalir melalui konduktor berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan. Rumusnya adalah V = I × R.
Bagaimana cara menghitung hambatan jika saya tahu tegangan dan arus?
Untuk menghitung hambatan, bagi tegangan dengan arus: R = V / I. Misalnya, jika tegangan 12V dan arus 2A, hambatannya adalah 6Ω.
Kapan Hukum Ohm tidak berlaku?
Hukum Ohm tidak berlaku untuk komponen non-linear seperti dioda dan transistor. Hanya berlaku untuk material ohmik yang mempertahankan hambatan konstan.